Multimedia
Skripsi : HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR (BBKPM) TAHUN 2014 – 2015
TujuanPenelitian
Untukmengetahuihubungan diabetes melitusterhadapkejadiantuberkulosisparu di BalaiBesarKesehatanParu Makassar.
Metode
Jenispenelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifanalitikdenganpendekatancase control. Pengambilansampeldenganmenggunakanmetodepurposive sampling. Sampeladalahpasien di BBKPM Makassar dengan diagnosis tuberkulosisparudanpenyakitparuinfeksikronis non tuberkulosis. Data diperolehdari data sekenderyaitumelaluirekammedikdalammenentukanapakahterdiagnosistuberkulosisparudanpenyakitparuinfeksikronis non tuberkulosissertamemilikiriwayat diabetes melitusatautidak, kemudiandianalisisdenganmenggunakan program SPSS (Statistical Product and service) for windows version 21 denganujiPearson Chi Square.
Hasil
Jumlahsampeldalampenelitianiniadalah 152 responden. Diperoleh data darikelompokkasus, 42 orang (75,0%) menderita diabetes melitusdan 34 orang (35,4%) tidakmenderita diabetes melitus. Sedangkanpadakelompokkontrol, 14 orang (25,0%)menderita diabetes melitusdan 62 orang (64,6%)tidakmenderita diabetes melitus. KemudiananalisisstatistikdenganChi Squaredengantarafsignifikansi p < 0,05didapatkanhasil p = 0,000 danOdd Ratio (OR) = 5,471.
Kesimpulan
Prevalensi diabetes melitusterhadapkejadiantuberkulosisparu di BalaiBesarKesehatanParuMasyarakat Makassar cukuptinggi. Terdapathubungan diabetes melitusterhadapkejadiantuberkulosisparudenganp-value 0,000 dannilaiodd ratio 5,471 yang sangatberisiko.
DaftarPustaka :37 (2006 – 2016)
Kata Kunci :Diabetes Melitus, TuberkulosisParu, Tuberkulosis
Tidak tersedia versi lain