Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SKRIPSI: PERBANDINGAN LEUKOSIT SEBELUM DAN SETELAH TERAPI OAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR
Penanda Bagikan

Multimedia

SKRIPSI: PERBANDINGAN LEUKOSIT SEBELUM DAN SETELAH TERAPI OAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR

NURUL ILMA AWALIAH - Nama Orang;

LATAR BELAKANG : Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh basil tahan asam Mycobacterium Tuberculosis. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 terdapat hampir 9 juta kasus dan 1,5 juta kematian akibat TB. Tercatat di Global Tuberculosis Report 2012 Indonesia adalah peringkat ketiga didunia memiliki penderita TB terbesar setelah India dan Cina, yaitu berkisar 300.000 sampai 500.000 jumlah kasus. Data dari Riskesdas Tahun 2014, dilaporkan ada 1.952 penderita TB paru di Makassar dan merupakan angka tertinggi dibandingkan dengan 24 Kabupaten lainnya. Proses diagnosis Tuberkulosis paru dapat berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik. Selain itu, diperlukan pula pemeriksaan penunjang dan salah satunya adalah pemeriksaan darah rutin yang didalamnya tercantum kadar leukosit pasien. Pasien TB paru aktif pada umumnya terjadi peningkatan kadar leukosit karena terjadi reaksi antigen-antibody yang melibatkan komponen leukosit dan idealnya terjadi penurunan setelah terapi OAT sehingga dapat dipakai sebagai indikator keberhasilan terapi. Namun, menurut Amaylia Oehadian ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar leukosit post-terapi seperti gangguan sumsum tulang, pasien post-kemoterapi, dan penyakit sekunder yang berperan sebagai perancu sehingga pemeriksaan leukosit tidak dapat dijadikan faktor prediktor penegakan diagnosis. TUJUAN : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit sebelum dan setelah terapi OAT pada pasien TB Paru di BBKPM Makassar. METODE : Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Data yang diteliti berupa data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu uji alternatif One-Sampel Statistic. HASIL : Hasil dari analisis One-Sample Statistics didapatkan hasil yang bermakna sebesar p=0,000 (


Ketersediaan
#
FK Library (Skripsi/CD KTI) 610.6 NUR p
KED10542051513
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
610.6 NUR p
Penerbit
FK UNISMUH Makassar : Kedokteran unismuh Makassar., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
TUBERKULOSIS PARU
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Download
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Library
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?