Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Skripsi : HUBUNGAN  INTENSITAS  KEBISINGAN  DENGAN  GANGGUAN PENDENGARAN  PADA  PEKERJA  DI  BANDAR  UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR TAHUN 2016
Penanda Bagikan

Multimedia

Skripsi : HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR TAHUN 2016

NUR ISMA FADHLIAH - Nama Orang;

LATAR BELAKANG: Bandara merupakan salah satu sumber kebisingan,
sedangkan para karyawan operasional penerbangan dan penduduk di lingkungan
sekitar bandara merupakan komponen yang terkena pengaruh yang diakibatkan
adanya peningkatan kebisingan. World Health Organization (2007), menyatakan
bahwa prevalensi ketulian di Indonesia mencapai 4,2%. Negara-negara di dunia
telah menetapkan bahwa NIHL (Noise Induced Hearing Loss) merupakan penyakit
akibat kerja yang terbesar di dunia. Sebesar 16% dari ketulian yang diderita oleh
orang dewasa dikarenakan oleh kebisingan di tempat kerja, sehingga NIHL dapat
dijadikan masalah yang perlu ditangani dan mendapatkan perhatian khusus.
TUJUAN: Untuk mengetahui pengaruh terpapar bising pesawat dengan terjadinya
gangguan pendengaran pada pekerja di Bandar Udara Internasional Sultan
Hasanuddin Makassar.
METODE: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja
di bagian Apron Movement Control (AMC) PT. Angkasa Pura I Makassar. Teknik
pengambilan sampel yaitu teknik total sampling dengan jumlah subjek penelitian
40 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Uji Chi
Square dan Uji Fisher’s Exact Test.
HASIL: Menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap
intensitas bising dengan gangguan pendengaran (p = 1,000; OR = 1,125; 95% CI =
0,198-6,385)
KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas bising
dengan gangguan pendengaran. Faktor penyerta yang lain yaitu umur, masa kerja,
dan jam kerja menjadi salah satu faktor risiko terhadap gangguan pendengaran.
Kata Kunci: Intensitas Bising, Pekerja Apron Movement Control, Gangguan
Pendengaran.LATAR BELAKANG: Bandara merupakan salah satu sumber kebisingan,
sedangkan para karyawan operasional penerbangan dan penduduk di lingkungan
sekitar bandara merupakan komponen yang terkena pengaruh yang diakibatkan
adanya peningkatan kebisingan. World Health Organization (2007), menyatakan
bahwa prevalensi ketulian di Indonesia mencapai 4,2%. Negara-negara di dunia
telah menetapkan bahwa NIHL (Noise Induced Hearing Loss) merupakan penyakit
akibat kerja yang terbesar di dunia. Sebesar 16% dari ketulian yang diderita oleh
orang dewasa dikarenakan oleh kebisingan di tempat kerja, sehingga NIHL dapat
dijadikan masalah yang perlu ditangani dan mendapatkan perhatian khusus.
TUJUAN: Untuk mengetahui pengaruh terpapar bising pesawat dengan terjadinya
gangguan pendengaran pada pekerja di Bandar Udara Internasional Sultan
Hasanuddin Makassar.
METODE: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja
di bagian Apron Movement Control (AMC) PT. Angkasa Pura I Makassar. Teknik
pengambilan sampel yaitu teknik total sampling dengan jumlah subjek penelitian
40 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Uji Chi
Square dan Uji Fisher’s Exact Test.
HASIL: Menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap
intensitas bising dengan gangguan pendengaran (p = 1,000; OR = 1,125; 95% CI =
0,198-6,385)
KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas bising
dengan gangguan pendengaran. Faktor penyerta yang lain yaitu umur, masa kerja,
dan jam kerja menjadi salah satu faktor risiko terhadap gangguan pendengaran.
Kata Kunci: Intensitas Bising, Pekerja Apron Movement Control, Gangguan
Pendengaran.


Ketersediaan
#
FK Library (Skripsi/CD KTI) 610.2 NUR h
KED1054040912
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
610.2 NUR h
Penerbit
Kedokteran UNISMUH Makassar : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kebisingan'
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Download
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Library
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?